???????

07.21 0

Siapalah saya, membahas tentang gambar ini.

Hujan yang merintik sepanjang malam ini jauh lebih pandai menjelaskannya. Tiap tetesnya membawakan rahmat dari-Nya yang dinanti manusia di bumi.

Ya... begitulah. Cinta itu menuntut segala sesuatu darimu. Waktu. Harta. Pikiranmu. Memutuskan mencintai, maka siap untuk mengorbankan itu semua.

Kamu mencintai profesimu, misal sebagai dokter. Kau rela belajar menghabiskan seumur hidupmu, memikirkan penatalaksanaan yang paling tepat dan efisien untuk pasien, dan kehilangan harta berhargamu: waktu.
Dan kau takkan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi.

Maka, jelas saya masih harus banyak belajar untuk mencintai. Kapan berhenti belajarnya? Kapan mulai mencintai?
Bukankah belajar mencintai adalah bagian dari mencintai? Belajar mencintai-Mu adalah pembelajaran yang tidak akan pernah habis. Mencintai keluarga tidak akan pernah surut oleh waktu. Tanggung jawab mencintai sebelah jiwa akan tiba kala separuh agama lain sudah bisa kau tunaikan dengan baik.

Memantaskan diri untuk mencintai sebenar-benarnya cinta.

#drwriter #islam #cinta #love #hidup

Keputusan (Inspired from my friend, a great trainer)

23.52 0

Credit for my beloved friend: IG: @ulumdecision

Perasaan timbul dari bagaimana cara kita berpikir dan bagaimana hati menyikapi sesuatu. Jernihnya perasaan merupakan cerminan dari jernih dan bersihnya pikiran serta hati.

Maka keputusan hebat berawal dari pikiran dan hati yang bersih dan jernih.

Kata orang bijak, guru dan rekan saya yang sukses maupun yang shalih/at, pikiran dan hati yang bersih adalah akibat dari kebiasaan sering beribadah, menjalin hubungan baik dengan sesama dan sering introspeksi atau beristighfar. Hati dan pikiran yang bersih akan lebih mudah menyerap ilmu-ilmu baru, juga lebih mudah mengintegrasikannya saat kita harus menentukan jawaban untuk menyelesaikan masalah yang ada. Semua masalah pasti ada solusinya bila kita mampu berpikir dengan jernih.

Because nothing impossible, right?

Saya? Saya masih perlu banyak belajar untuk memiliki perasaan yang jernih.

#drwriter #motivasi #islam #decision #life #koass #koas #mahasiswa #unsoed #fkunsoed #semangat

for daily dose of script, follow our IG on @hafidh.riza

Resolusi

16.53 1

Saya bosan dengan kata-kata resolusi.

Lebih tepatnya, saya bosan hanya bisa membuat resolusi tanpa realisasi. Kalau ada nilai akhir resolusi akhir tahun, saya ngga lulus dan harus mengulang lagi atau bahkan mungkin di DO.

Alhamdulillah ada kesempatan lagi. Masih diperkenankan menikmati embun pagi, membangun lagi semangat untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tertulis. 

Semoga resolusi tidak sekedar tulisan di atas kertas. Cita-cita tidak sekedar angan-angan. 

Usia mendekati pertengahan dekade 2, bukan waktunya sering-sering bermimpi seperti zaman bocah dulu, tapi waktunya bergerak dan terus bergerak menjadikan mimpi jadi nyata. 

(Semoga kata-kata di atas bukan cuma tulisan saja, tapi juga berhasil diaplikasikan. Semoga teman-teman juga sukses dengan resolusinya masing-masing)

for more and daily dose of script, follow #drwriter Instagram in here

Rindu

06.51 4
Dia datang saat semua sudah tak sama
Saat mata bergumam: "Ini bukan yang biasa aku lihat."
Saat hati berkata: "Ini bukan yang biasa kurasakan."

Kadang diri tak pernah percaya sepenuh jiwa
Bahwa waktu itu berjalan terus ke depan
Dan pada akhirnya, meninggalkan apa yang biasa ada di sekitar

Tatkala semakin dekat atau bahkan titik masa itu telah terlalui
Ia datang membawa kenangan lama
Membuka kembali tabir memori, merangkaikan potongan-potongan cerita

Saat ia datang, kuharap bersamanya datang sejumput doa
Terhaturkan untuk kebaikanmu mendatang
Sebagai persembahan rindu dari hati yang terdalam

for more dose of script, follow our instagram in here


Apa itu #drwriter? Siapa itu #drwriter?

05.37 1
Ini adalah postingan pertama REVIVAL blog ini!!

Oke, saya merombak seluruh isi blog ini. Mulai dari tampilannya, hingga link blognya. Link dulu yang rainbowmaniswriting.blogspot.com  ==> saya ganti jadi  ==> dr-writer.blogspot.com.

Apa alasan saya mengganti alamat blog saya?
Ini dimulai setelah saya membuat akun Instagram tahun lalu. Semua postingan saya berikan hashtag #drwriter. Rupanya, setelah saya klik hashtag tersebut, hasil pencarian hanya memunculkan tulisan -tulisan saya saja. Dari situ, saya terinspirasi untuk mem-'booming'-kan #drwriter...
Selain itu, nama blog dr-writer cenderung lebih pendek dan mudah diingat.

Kemana Rainbowman? Dia tidak hilang!!!

Memang, nuansa warna-warni di blog sebelumnya saya hapus. Tetapi, makna Rainbowman tidaklah hilang. Akun karikatur gambar di pointer mouse berwarna kuning adalah penanda Rainbowman masih ada!!! Yang penting 'kan maknanya tidak hilang....

#drwriter memiliki semboyan : "Heal The World With Your Word". Rainbowman memiliki semboyan : "hanya menerbitkan tulisan yang bermanfaat". So, artinya kurang lebih sama. Blog ini tetap akan memposting tulisan yang insyaAllah bermanfaat untuk yang membacanya.

Sebagai awal REVIVAL, saya ingin memperkenalkan (lagi) diri saya sendiri (hehehe) narsis sedikit lah ya...

Nama :  Hafidh Riza P (bisa panggil Hafidh)
Usia    : tahun 2016 ini, insya Allah masuk usia 24 tahun
Pekerjaan : Mahasiswa tingkat Profesi Kedokteran Umum (koas) di Universitas Jenderal Soedirman. Insya Allah 2016 ini jadi Dokter. Amiinnn~~

Okay, perkenalan nya cukup segitu. Hahahaha....
Lebih ingin tanya banyak2, komen saja lah, ya~



REVIVAL

05.24 0
Assalamu alaikum!!

Gila, sudah berapa lama saya ngga nge-blog lagi?
Sebenarnya, meski sudah lama tidak blogging, saya masih menyempatkan menulis sedikit-sedikit di media sosial. Tapi, berhubung kangen blogging, jadi akhirnya saya memutuskan untuk kembali MENGHIDUPKAN lagi blog ini.

So, tunggu postingan rutin di Blog ini, dan stay tune terus!!


Sekali-kali eksis pake foto sendiri. Wkwkwk.. Ini foto liburan 2 tahun yang lalu.
Saya sekarang manusia yang kurang liburan dan hiburan ahhaha

Dunia Jubah Putih

08.50 2
"Dunia jubah putih"

Dulu waktu kecil, setiap berkunjung ke rumah sakit, saya sering terkagum melihat sosok seorang yang memakai jubah putih, berjalan di lorong rumah sakit dengan stetoskop yang terkalung di lehernya. Di dada kirinya, sebuah name tag bertuliskan 'dokter'.

Jika melihat saya yang sekarang, saya tidak percaya kalau saya sedang berproses untuk berada dalam posisi tersebut. Dari sebelumnya yang sama sekali tidak tahu tentang dunia kedokteran, sampai sekarang yang kelihatannya tahu banyak tapi sebenarnya tidak berbeda jauh dengan sebelumnya. Namun, tetap dipanggil dokter oleh mereka yang berbaring di ranjang-ranjang itu.

Maafkanlah karena saya tidak bermodal apa-apa dalam mengarungi dunia ini. Bahkan sekedar modal motivasi.
Maafkanlah karena saya belum bisa maksimal dan fokus di setiap pekerjaan saya.

Terima kasih untuk Tuhan yang memilih saya berjalan di dunia ini, dunia manusia berjubah putih. Sebuah anugerah sekaligus ujian untuk saya.

Terima kasih untuk dunia ini, dunia jubah putih, yang mengajarkan bahwa kematian itu amatlah dekat. Bahwa kematian itu sangat amanah dan tidak pernah lalai menjalankan tugasnya. Tidak pernah salah orang, tidak pernah terlambat sedetikpun, dan tidak pernah pandang bulu. Sementara, saya yang pasti akan bertemu dengannya, justru menjadi kebalikan darinya.

Dunia yang mengajarkan bahwa rekan adalah sahabat. Karena tidak mungkin tugas-tugas ini selesai dan perjuangan ini terasa lebih mudah tanpa mereka. Bahkan, mungkin saya tidak berperan apa-apa.

Dunia yang mengajarkan bahwa diatas langit masih ada langit. Dokter-dokter yang menurut saya sudah luar biasa dari ilmu dan tekniknya, tetap mau belajar dan terus belajar dari siapapun, bahkan dari juniornya sendiri, untuk kepentingan yang terbaik bagi pasien.

Dunia yang mengajarkan bahwa ilmu bisa dari siapa saja. Pasien adalah guru terbaik bagi kami. Bahkan, banyak hal diluar ilmu medis yang bisa kami dapatkan. Ada pasien yang selalu tersenyum saat dikunjungi untuk pemeriksaan pagi, padahal penyakitnya tidak bisa dibilang ringan. Pasien yang ditangannya terkalung tasbih, dan khidmat menyebut nama-Nya.

Dunia yang mengajarkan saya bahwa manusia tidak memiliki kuasa apapun di dunia ini. Hanyalah Allah yang Maha Berkehendak. Dunia yang mengajarkan bahwa apapun yang terjadi merupakan hal yang terbaik dariNya berdasarkan kesungguhan usaha dan doa hambaNya.

Dunia yang mengajarkan bahwa setiap masalah selalu diciptakan dengan jalan keluarnya, selama masih mau berusaha. Bahkan, hasil yang menurut kita terburuk, bisa jadi adalah hasil yang terbaik di kemudian hari.

Maafkanlah bahwa saya terlalu banyak mengeluh akan lelahnya dunia ini, tanpa mensyukuri bahwa banyak sekali hal yang saya dapatkan di dunia ini.

Semoga Allah SWT selalu membimbing saya dan rekan-rekan lain.



"Dengan penuh harap dan doa yang terbaik untuk segenap rekan-rekan, adik-adik, dan kakak-kakak saya, dokter-dokter hebat yang menjadi guru terbaik saya, pasien-pasien yang bahkan tidak pernah bisa saya hafal... Terima kasih"

Purwokerto, 16 Februari 2015

Buliran Kata #8

06.58 1
Assalamu alaikum
Sepertinya saya masih belum bisa konsisten untuk menulis, sehingga baru sekarang bisa kembali menulis di blog.

Setelah mendapatkan suntikan masukan dari teman-teman penulis dari ‘Pengusaha Kampus Writepreuneur’, saya jadi gatal untuk kembali menulis. Minimal, sekarang berlatih merutinkan dulu... semoga karya besar bisa segera selesai. Amiin :)


Oke, sebagai pembuka, saya akan berbagi lagi kata-kata dari status medsos saya. Kali ini, temanya lebih banyak tentang perenungan. Tanpa panjang lebar, silakan membaca. Semoga menginspirasi.


¢¢¢


2015

02.32 7
Udah ga 'first blank page' lagi hahaha


Assalamu alaikum!

Ngeliat banyak teman-teman blogger yang posting resolusi 2015 ataupun kaleidoskop 2014, saya jadi tertarik membuat tulisan sejenis. Btw, meski blog ini sudah lahir sejak 2011, tapi karena jarang dikasih ASI, dan telat dikasih bubur SUN, yang harusnya udah usia 4 tahun, tapi masih kayak bayi dibawah 10 bulan. Makanya, baru nih pertama kali buat postingan pergantian tahun.. buatnya ditanggal 4 Januari pula.. haha..

Tapi, tulisan pergantian tahun ini, saya buat berbeda. Untuk review 2014 sepertinya akan saya skip saja, karena tidak banyak yang bisa saya ceritakan. Minder coy sama blogger lain yg udah gahoel abis selama 2014. Jadi, saya cuma berbagi sedikit kisah di awal 2015, saat saya menjalani tanggal 1 Januari. And, seperti tagline blognya, semoga tulisan ini bermanfaat untuk readers sekalian. :D

Buliran Kata #7

02.04 2
Assalamu alaikum!!

Selamat pagi-siang-sore-malam para sahabat blogger dan reader sekalian!! Sangaaattt lama sekali sudah tidak bermain disini. 1 bulan saya tidak menuliskan apapun...
Kesibukan koas bisa jadi menyita banyak waktu saya.. tetapi sebenarnya keinginan saya untuk menulis yang mulai menurun.. dan akhirnya harus memaksakan untuk mulai mengerjakan semua hal, termasuk menulis, tanpa menunggu 'mood'..
Kalau ngga, bisa mati sia-sia hari-hari saya tanpa memberikan apa-apa..

Saat ini saya sedang di stase Bedah, yang lumayan menyita waktu hehehehe

Seperti biasa, untuk memulai 'era baru' (cielaahhh) saya akan sedikit sharing kumpulan kata-kata yang sering saya tuliskan di Twitter, Path, dan terutama di Facebook. "Another part of 'Buliran Kata'". Banyak kata-kata yang merupakan tulisan-tulisan kecil saya, tapi ada juga quotes dari orang-orang terkenal. Untuk part kali ini, mungkin lebih banyak tulisan-tulisan yang bertema perenungan, karena akhir tahun kemarin, saya banyak sekali mengalami peristiwa-peristiwa yang cukup memberikan perenungan dalam untuk saya...

Akhir kata, harapan saya semoga tulisan ini bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi kita semua :D
Enjoy for reading, guys!!



Bismillah untuk 2015. Lulus koas. Mandiri finansial. Rilis buku perdana. Semakin banyak menelurkan karya yg bermanfaat.

Akan datang suatu masa, dimana kau dan aku sudah tidak saling bersapa, sudah tidak saling bersua, bahkan sudah lupa seperti apa rupa dan paras kita berdua.
Tapi, ketahuilah bahwa kenangan di kala bersama, takkan pernah kulupakan, meski sejauh apapun aku telah melangkah. Bahkan, meski kau tak ingat apapun dari keping kenangan itu.
Karena, apa yang bisa disimpan dari masa lalu hanyalah kenangan dan hikmah. Dan, aku bersyukur bahwa aku sudah pernah bertemu dan menjalani waktu denganmu.
Terlepas dari bagaimana kau memandangku, aku tetap bersyukur.