Mereka yang Tak Hanya Bernyanyi Untuk Sekedar Menghibur
Berkelas karena mereka hadir di atas panggung, di depan layar kaca dan ponsel, bukan hanya untuk sekedar menghibur. Tetapi juga untuk membangun generasi dan menebar inspirasi.
Di tengah gempuran pasar pendengar yang hanya mementingkan hiburan semata, kehadiran mereka jadi sebuah oase sejuk bagi penikmat musik yang jenuh dengan tren masa kini seperti saya (dan mungkin juga teman-teman sekalian). Apalagi, buat orang yang demen menulis seperti saya... Jelas masalah lirik takkan saya abaikan begitu saja.
Mengingat mungkin beberapa readers di sini bukan penggemar musik, maka saya takkan banyak membahas teknis maupun sejarah asal-usul grup musiknya.
Jawaban dari Pertanyaan yang Tak Terjawab
Aku Tak Mau Hanya Menjadi Pelangi
'Find someone complimentary, not supplementary' (Oprah Winfrey)
Elegi Hujan
"Elegi Hujan"
Nun jauh di sana, kau takkan pernah paham, bahwa aku telah tenggelam dalam berbagai frasa yang tak pernah kau balas sepatah kata saja.
Lalu, hujan malam ini menemani diri mendeklamasikan sebuah elegi, yang terdengar syahdu dalam tiap derai dan melagu lembut menelisik hati yang tersedu.
Jangan. Jangan kalian larang aku mengenang kesenduan yang mungkin lain waktu akan kurindukan. Biarkan aku merasakannya seperti melahap suap demi suap nasi goreng yang penuh kenikmatan.
Perih, terima kasih untukmu karena telah berteman dengan sepi. Kalian bercengkrama ramah di sini, lalu meninggalkan secarik kertas bertuliskan puisi yang berkisah bahwa hati kan bertumbuh saat dirimu memutuskan melepas sauh.
Ya, mungkin dalam legam hitam malam, aku yang tak pernah berhenti mendamba harus lanjut melangkah dalam temaram, mencari secercah cahaya di luar sana.
Karena bisa saja lain waktu ku kembali lagi di hadapmu, kau mulai meragu dengan sikapmu dulu. Kala itu kan kubiarkan kau sendiri, sementara aku terus membangun hati.
Karena bisa saja di lain hari, saat matamu memutuskan menatapku lagi, aku berhasil mengikatkan diriku dalam larik-larik janjimu.
Dan menuliskannya lagi dalam lembar janjiku.
Tak ada salahnya bila harap ini tak kusudahi, bukan? Karena aku pun tak pernah melarangmu untuk berharap kepada siapapun.


