Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

Hujan di Waktu Fajar

17.27 4


Credits picture: setiahandaya.com

Hujan di Waktu Fajar

Hujan di waktu fajar..
Menebarkan wangi basah, aroma alam yang menenangkan..
Mengisi tiap sudut ruang, tak terkira luas dan sempitnya..
Ia, rerintikan itu, menari-nari dalam peraduan akhirnya di bumi..



Bulir Kata dalam Status (Part 2)

19.02 12
Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamu alaikum!!
Selamat pagi-siang-sore-malam teman2!! Berhubung sedang belum ada ide untuk menulis panjang-panjang (sebenarnya ada tapi belum selesai dikerjakan haha), jadi postingan kedua hari ini saya akan share beberapa status saya di Facebook, bersumber banyak dari buku dan kata-kata orang terkenal ataupun kata-kata teman2 saya, juga ada yang dari saya sendiri. Niatnya untuk berbagi. Jika ada yang benar dan bermanfaat, jelas itu datangnya bukan dari jari dan pikiran saya, tapi dari Tuhan, Allah SWT. Kalau ada yang salah, dimaafkan (udah kaya lebaran aja minta maaf). Untuk yang ingin membaca bagian pertamanya, bisa cek disini. Semoga bermanfaat!

Ketahuilah, adalah niscaya sebuah kenyataan berkata bahwa hidup tak akan pernah sempurna, karena hanya seorang pengecut yang mengharapkan hidup sempurna. Ketahuilah, dengan segala keterbatasan itulah, manusia bisa selalu terlahir kembali. Jangan takut memulai semua dari awal, dengan usaha yang gigih (Donny Dhirgantoro, '2')

Syukur

07.03 0
Bismillahirrahmanirrahiim..

Assalamu alaikum, selamat pagi-siang-sore-malam kepada sahabat dan teman-teman :)

Pada postingan kali ini, saya tidak akan banyak mengetik kata-kata, hanya akan menampilkan sebuah video, hasil karya sendiri, dari skrip dan editing, dan didukung oleh tim divisi saya 2 tahun lalu saat sesi 'Morning Spirit' di Ospek Kedokteran UNSOED 2011.

Selamat menonton, dan semoga video berdurasi 8:42 menit ini bermanfaat


Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kau dustakan?
Bulir Kata Dalam Status

Bulir Kata Dalam Status

04.57 2
Bismillahirrahmanirrahiim~
Assalamu alaikum! Selamat pagi-siang-sore-malam teman2!

Dalam postingan kali ini, saya akan sedikit share beberapa status-status saya di Facebook. Kebanyakan berasal dari karya saya sendiri. Disini hanya ingin berbagi, dan juga menunjukkan kepada teman2, bahwa Facebook ataupun Twitter itu bisa dipakai untuk hal yang bermanfaat. Salah satunya membagikan ide, inspirasi, dan nasihat ataupun motivasi. Bukan hanya soal perasaan, curhatan, atau galau-galauan (ketauan gue suka galau). Sebenarnya, kalau di Facebook saya, catatan ini sudah sampai part yang ke 14. Tapi saya ambil part yang terakhir dulu saja :) Ya sudah, semoga bermanfaat :)

'Jangan malas membaca, nak. Atau kau akan kehilangan ilmu tersebut saat itu juga.' ujar seorang bapak terhadap anaknya yang kerjaannya hanya menonton televisi saja. Padahal sang bapak sudah memberikan sebuah buku bagus untuk anaknya. 
'Tapi kan buku itu bisa saya baca di lain waktu, pak. Nyante dulu lah.' Balas sang anak. 
'Ya betul. Tapi kau akan tertinggal jauh dengan mereka yang memutuskan membaca buku itu detik ini juga. Mereka akan duluan memiliki ilmunya dan bila mereka mempraktikkannya, detik ini juga kau akan tertinggal.'

Iseng-Iseng Berhadiah

16.02 6
NB: sebelum memulai membaca, mohon maaf apabila banyak kata-kata yang kurang tepat atau kurang berkenan dikarenakan ilmu saya yang sedikit ini.

Bismillahirrahmanirrahim 

Tulisan kali ini akan dimulai dengan sebuah pertanyaan:
Manusia hidup di dunia itu untuk apa?
Jelas, tujuan manusia hidup itu hanya satu. Yap, hanya satu.

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56) 

Sekarang saya ingin menyampaikan sedikit ilustrasi singkat saja, dari hasil berbagai buku yang sedang dan sudah saya baca. 

Sebenarnya kalau mau kita berpikir dan menelaah sedikit, saat ini diri kita sedang bekerja. Yap, sedang bekerja bahkan sedang merintis usaha. Anggaplah saat ini anda sedang bekerja di sebuah perusahaan sebagai seorang karyawan. Tentu setiap perusahaan memiliki atasan yang bisa kita sebut sebagai direktur utama. 

Dakwah Profesi

07.01 0
Makna, Hakikat & Urgensi Dakwah Profesi

oleh: Hafidh Riza Perdana
dikutip dari berbagai sumber

Dakwah secara etimologis (bahasa) berarti jeritan, seruan, atau permohonan. Ketika seseorang mengatakan da’autu fulaanan, itu berarti berteriak atau memanggilnya. Adapun menurut syara’ (istilah), dakwah memiliki beberapa definisi. Namun, pengertian dakwah pada hakikatnya adalah mengajak manusia kepada Allah dengan hikmah dan nasihat yang baik, sehingga mereka meninggalkan thagut dan beriman kepada Allah agar mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam.

“Serulah ( manusia ) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari Jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl : 125)

Berdakwah adalah syariat yang diajarkan dan hukumnya fardhu kifayah. Tidak boleh kategori diabaikan, diacuhkan, dan dikurangi bobot kewajibannya. Hal itu disebabkan terdapat sedemikian banyak perintah dalam Al-Qur’an dan Sunah rasululah untuk berdakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar.

Bulir kata dalam status

Bulir kata dalam status

06.59 0
assalamu alaikum

sudah lama saya tidak menulis sebuah tulisan lagi, hampir 4 bulan..
mungkin sedang sibuk dengan aktivitas kuliah, namun mdh2an tulisan dari status2 ini menjadi pemicu saya lagi tuk terus semangat dalam berkarya, dan semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi anda semua...

seperti biasa, kata2 yang tertulis di bawah ini saya dapatkan dari ilmu-ilmu guru-guru saya, teman-teman saya, dan beberapa buku yang saya baca, juga beberapa kejadian hidup yg menurut saya bisa diambil maknanya..

bila ada yang baik silahkan diambil, dan itu semata datangnya dari Allah SWT, bila ada yg kurang berkenan atau kurang baik, silahkan abaikan atau berikan kritik, sebab itu pasti datangnya dari pribadi saya sendiri..

"rainbowman means that i am a man who wants to make this world more colorful, like rainbow, better than before, with all of my best, so the man who wants to do that, is RAINBOWMAN"

"ilham atau ide akan brhnti kala hati dan pikiran kita gelap akan hitamnya godaan dunia, prcya atau tidak kgiatan2 qt yg tdk brmnfaat atau cndrung salah bs mngringkan ide,dan saya mnglminya saat ini.."

Komitmen + Konsistensi = Totalitas

17.29 5
Bila saya tanya kepada anda, apakah target anda yang ingin anda wujudkan? Pasti dan kemungkinan anda akan menyebutkan lebih dari satu keinginan kepada saya. Entah itu target atau mimpi seputar akademik seperti keinginan mendapat nilai yang bagus, ingin diterima menjadi asisten laboratorium, ingin menjadi mahasiswa dengan nilai terbaik, atau mimpi seputar targetan hidup kedepan seperti ingin sukses dalam berbisnis dan usaha, ingin sukses dalam membina keluarga, atau targetan barang seperti ingin punya Android baru, ingin punya laptop baru, dan masih banyak mungkin targetan lain yang anda rencanakan.

Setiap orang pasti memiliki target atau mimpi-mimpi hidup yang mungkin berbeda. Namun, bagi saya, meski targetan tiap orang berbeda, meski cara tiap orang-orang mewujudkan mimpinya itu berbeda-beda, tapi ada dua poin yang sama-sama mereka harus lakukan untuk mewujudkan itu. Dua poin tersebut adalah komitmen dan konsistensi dalam melakukan segala usaha mereka dalam mencapai target.

Meluruskan Tujuan

Meluruskan Tujuan

08.56 0
assalamu alaikum wr wb



mungkin bagi beberapa sahabat yang sudah di tag ada yang sudah pernah membaca catatan sejenis ini, dikarenakan beberapa waktu sebelumnya saudara saya sempat mempostkan artikel dengan inti pembahasan yang sama. mohon maaf dikernakan kebetulan tulisan ini sudah terbentuk sejak dulu namun baru bisa di post sekarang. namun, dari note ini, berdasarkan beberapa artikel yang saya baca, disini akan membahas tentang niat atau tujuan dari segi yang sedikit berbeda. semoga ada manfaatnya untuk kita semua.. amiin

Meluruskan Niat



Artinya: Dari Amir Mukminin Abi Hafsh Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang akan diraihnya atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang diniatkannya.” (HR. Dua Imam Muhadditsin (ahli hadits) Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Bukhari dan Abu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi An-Naisaburi didalam dua kitab shahih mereka yang keduanya adalah kitab yang paling shahih (benar) yang ditulis (manusia).



Hadits ini adalah Hadits shahih yang telah disepakati keshahihannya, ketinggian derajatnya dan didalamnya banyak mengandung manfaat. Imam Bukhari telah meriwayatkannya pada beberapa bab pada kitab shahihnya, juga Imam Muslim telah meriwayatkan hadits ini pada akhir bab Jihad.



Hadits diatas menunjukkan betapa pentingnya niat dalam setiap kegiatan aktivitas di hidup ini. Hadits ini termasuk salah satu dari hadits-hadits penting yang menjadi poros agama Islam. Hadits ini adalah dasar atau azas dalam Islam dan sebagian besar hukum-hukumnya berporos padanya. Hadits ini juga sebagai tolak ukur bagi semua amal batin. Amal batin disini bukan melulu soal ibadah, tetapi juga semua kegiatan kita yang didasarkan atas batin. Belajar kita, bekerja kita, perdagangan kita, semua harus memiliki niat yang tulus dan ikhlas dan hanya kepadaNya.



Imam Ahmad dan Asy-Syafi’i rahimahumallah berkata: Masuk dalam lingkup hadits “Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya” sepertiga ilmu; karena usaha seorang hamba itu bisa dengan hati, lisan dan anggota badannya. Adapun niat dengan hati merupakan salah satu dari tiga jenis di atas.



Karena itu para ulama menganjurkan agar memulai kitab-kitab dan karangan-karangan mereka dengan hadits ini. Di antara ulama yang memulai kitab-kitab mereka dengan hadits ini adalah Imam Al-Bukhari dan Imam An-Nawawi rahimahumallah. Faedah memulai dengan hadits ini untuk mengingatkan dan memperingatkan para penuntut ilmu agar membenarkan niatnya untuk Allah Ta’ala dalam menuntut ilmu dan melakukan kebaikan.



Ada beberapa hal yang patut digarisbawahi dari hadits diatas:

1.Disyaratkan adanya niat.
Para ulama telah bersepakat bahwa segala amal yang dilakukan seorang mukallaf yang mukmin tidak dianggap sah secara syar’i dan tidak berpahala jika ia mengerjakannya kecuali disertai dengan niat. Dengan penjelasan ini jelas bahwa peran niat dalam amal dan perbuatan kita amat sangat sentral.

2.Wajibnya hijrah.
Hijrah dari negeri kafir menuju negeri Islam hukumnya wajib bagi setiap muslim yang tidak memungkinkan untuk menampakkan keislamannya. Hukum ini kekal sampai hari Kiamat. Hijrah juga berarti hijrah (meninggalkan) dari hal-hal yang dilarang oleh Allah Ta’ala. Penjelasan ini berarti setiap amal dan kegiatan yang kita lakukan, harus bertujuan untuk menghijrahkan diri kita menjadi lebih baik dalam Islam dan lebih dekat kepada Allah swt, bukan menjauhkan kita dari agama atau menurunkan iman kita.

3. Barangsiapa yang berniat melakukan amal shalih, lalu ada udzur (halangan)berupa: sakit, kematian, dan lainnya- yang merintanginya untuk melakukannya, maka ia memdapatkan pahala karena niatnya tersebut.

4. Perintah untuk mengikhlaskan segala amal dan ibadah hanya untuk Allah semata sehingga mendapatkan pahala dan balasan yang baik di akhirat, dan diberikan taufiq dan keberuntungan di dunia.

5. Setiap amal yang baik dan bermanfaat, apabila dilakukan dengan niat yang baik disertai dengan keikhlasan, mengharapkan keridhaan Allah Ta’ala dan mengikuti cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi suatu ibadah.

6. Ikhlas hanya untuk Allah Ta’ala dalam beramal merupakan salah satu syarat diterima-nya suatu amal; karena Allah Ta’ala tidak akan menerima suatu amal kecuali jika dilakukan dengan ikhlas karena Wajah Allah Ta’ala.

Dari uraian diatas, begitu jelas pentingnya niat yang tulus dan ikhlas yang hijrahnya kepada Allah SWT di setiap amal perbuatan kita. Baik itu ibadah, ataupun aktivitas duniawi seperti belajar, bekerja, berdagang, bisnis, organisasi, dan sebagainya. Hal inilah yang sekarang sudah banyak ditinggalkan manusia zaman kini. Banyak yang beraktivitas tapi tidak ada niat ataupun tujuan yang jelas. Inilah yang sering menimbulkan rasa frustrasi dan stress apabila amal perbuatan yang kita lakukan itu mengalami kesulitan berarti ataupun kegagalan.Selain itu, jauhilah perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan maksiat. Jauhilah pula sifat dusta dan berbohong dalam aktivitas kita. Luruskanlah niat kita dalam beraktivitas, karena sesungguhnya Allah maha tahu apa yang ada di dalam hati kita, seperti yang tertulis dalam Al Qur’an:


يَعْــلـَـمْـهُ ٱلـلـَّهُ قـُـلْ إ ِن تـُـخـْــفـُـواْ مَـا فِى صُـدُورِڪـُـمْ أ َوْ تـُـبْـدُوهُ

Katakanlah: Jika kamu sembunyikan atau kamu terangkan apa yang dalam dadamu itu, tetap diketahui oleh Allah. (Ali-Imran 29)

Dari ayat ini nyata benar betapa penting peranan niat dan ikhlas dalam segala amal perbuatan ibadat yang berupa syi’ar/bukti ta’at kepada Allah.


Sebagai penutup, ada sebuah kisah dari seorang sahabat Rasulullah, yang semoga dengan ini membangkitkan semangat kita untuk terus memperbaiki diri kita, membenahi tujuan hidup kita. Karena hidup kita bukan hanya di dunia saja, tapi juga di akhirat kelak.


Berlari-lari ke sana ke mari sang Sufi dengan membawa obor dan seember air. Bertanyalah sahabatnya “Wahai sang sufi kekasih Allah, ada apa yang membuatmu berlari-lari dengan membawa obor dan air ?”

Dia menjawab, “ Aku ingin memadamkan neraka, kalau niatku menyembah Allah hanya karena takut neraka. Dan aku akan membakar sorga kalau niatku mencintai Allah hanya karena menginginkan sorga”

Kawan, itulah Sang Sufi Rabiatul Adawiyah yang sangat mencintai Rabb-nya. Untuk memelihara kesucian cintanya, dia tidak ingin ada illah-illah lain selain Allah SWT. , Kawan mari kita hisab diri kita, ada berapa ratus illah yang harus kita munculkan agar kita termotivasi untuk beribadah, bekerja dan lain-lainnnya. Mari kita coba membuat statement seperti di bawah ini. Beranikah kita mengucapkan dan menyakininya dan menerima resikonya ?

Ya Tuhan

Kalau aku meyakini Jabatanku ini yang akan memuliakan aku, maka cabutlah jabatan ini

Kalau aku meyakini tinggi-rendahnyanya jabatanku ini yang menentukan tinggi rendahnya rizkiku

maka turunkanlah level jabatanku

Kalau aku meyakini pencapaian target ini yang akan menentukan nasibku di masa datang,

maka biarlah jeblok performaku tahun ini.

Kalau aku meyakini mobil dinasku ini yang memuliakan kedudukanku,

maka enyahkanlah mobil dinasku

Ya Allah teguhkanlah niatku

agar aku yakin bahwa untuk memberikan rizki padaku

Engkau tidak memerlukan jabatanku, pencapaian targetku, atau apapun fasilitas yang aku terima.

Engkau melapangkan rizki makhlukMU yang Engkau kehendaki,

Engkau pula yang menyempitkan rizki makhlukMU yang Engkau kehendaki.

Sangat naif kalau Akulah yang Maha Kuasa dan Maha Kaya,

Engkau tidak membutuhkan jabatanku.

Jabatan yang Engkau beruikan kepadaku hanyalah untuk kepantasan

Engkau memberi rizki di mata manusia yang lain.

Karena manusia pasti bingung kalau tiba-tiba aku mendapatkan rizki yang banyak tanpa sebab.

Banyak cara bisa Engkau lakukan kalau hanya untuk memberikan rizkiMU kepada makhlukMU.

Untuk memuliakan diriku Engkau tidak perlu tingginya jabatanku,

mahalnya mobilku atau tingginya pencapaian targetku.

Ya Allah ketika aku meyakini tingginya perncapaian targetku yang akan memuliakan diriku dan menambah rizkiku,

maka hari-hariku akan dipenuhi dengan doa agar cabang lain mendapat musibah dan rendah pencapaian targetnya.

Aku sirik dan dengan cabang yang tinggi performancenya.

Dan aku bergembira kala ada cabang yang rendah kuantitas dan kualitasnya.

Aku berdoa agar cabang lain bernasib buruk.

Naudzubillahi min dzalik.


Kawan, cinta kita kepada Allah sangat mungkin tidak tulus, karena begitu banyak illah yang mengerubungi nita dan keyakinan kita. Mari kita murnikan illah kita, hanya kepada Allah SWT, agar kita bisa menikmati indahnya beribadah pada saat bekerja. Semoga …



Dikutip dari berbagai sumber