Jawaban dari Pertanyaan yang Tak Terjawab
Aku Tak Mau Hanya Menjadi Pelangi
'Find someone complimentary, not supplementary' (Oprah Winfrey)
Elegi Hujan
"Elegi Hujan"
Nun jauh di sana, kau takkan pernah paham, bahwa aku telah tenggelam dalam berbagai frasa yang tak pernah kau balas sepatah kata saja.
Lalu, hujan malam ini menemani diri mendeklamasikan sebuah elegi, yang terdengar syahdu dalam tiap derai dan melagu lembut menelisik hati yang tersedu.
Jangan. Jangan kalian larang aku mengenang kesenduan yang mungkin lain waktu akan kurindukan. Biarkan aku merasakannya seperti melahap suap demi suap nasi goreng yang penuh kenikmatan.
Perih, terima kasih untukmu karena telah berteman dengan sepi. Kalian bercengkrama ramah di sini, lalu meninggalkan secarik kertas bertuliskan puisi yang berkisah bahwa hati kan bertumbuh saat dirimu memutuskan melepas sauh.
Ya, mungkin dalam legam hitam malam, aku yang tak pernah berhenti mendamba harus lanjut melangkah dalam temaram, mencari secercah cahaya di luar sana.
Karena bisa saja lain waktu ku kembali lagi di hadapmu, kau mulai meragu dengan sikapmu dulu. Kala itu kan kubiarkan kau sendiri, sementara aku terus membangun hati.
Karena bisa saja di lain hari, saat matamu memutuskan menatapku lagi, aku berhasil mengikatkan diriku dalam larik-larik janjimu.
Dan menuliskannya lagi dalam lembar janjiku.
Tak ada salahnya bila harap ini tak kusudahi, bukan? Karena aku pun tak pernah melarangmu untuk berharap kepada siapapun.
???????
Siapalah saya, membahas tentang gambar ini.
Hujan yang merintik sepanjang malam ini jauh lebih pandai menjelaskannya. Tiap tetesnya membawakan rahmat dari-Nya yang dinanti manusia di bumi.
Ya... begitulah. Cinta itu menuntut segala sesuatu darimu. Waktu. Harta. Pikiranmu. Memutuskan mencintai, maka siap untuk mengorbankan itu semua.
Kamu mencintai profesimu, misal sebagai dokter. Kau rela belajar menghabiskan seumur hidupmu, memikirkan penatalaksanaan yang paling tepat dan efisien untuk pasien, dan kehilangan harta berhargamu: waktu.
Dan kau takkan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi.
Maka, jelas saya masih harus banyak belajar untuk mencintai. Kapan berhenti belajarnya? Kapan mulai mencintai?
Bukankah belajar mencintai adalah bagian dari mencintai? Belajar mencintai-Mu adalah pembelajaran yang tidak akan pernah habis. Mencintai keluarga tidak akan pernah surut oleh waktu. Tanggung jawab mencintai sebelah jiwa akan tiba kala separuh agama lain sudah bisa kau tunaikan dengan baik.
Memantaskan diri untuk mencintai sebenar-benarnya cinta.
#drwriter #islam #cinta #love #hidup


