Udah ga 'first blank page' lagi hahaha
Assalamu alaikum!
Ngeliat banyak teman-teman blogger
yang posting resolusi 2015 ataupun kaleidoskop 2014, saya jadi tertarik
membuat tulisan sejenis. Btw, meski blog ini sudah lahir sejak 2011, tapi
karena jarang dikasih ASI, dan telat dikasih bubur SUN, yang harusnya udah usia
4 tahun, tapi masih kayak bayi dibawah 10 bulan. Makanya, baru nih pertama kali
buat postingan pergantian tahun.. buatnya ditanggal 4 Januari pula.. haha..
Tapi, tulisan pergantian tahun ini,
saya buat berbeda. Untuk review 2014
sepertinya akan saya skip saja,
karena tidak banyak yang bisa saya ceritakan. Minder coy sama blogger lain yg
udah gahoel abis selama 2014. Jadi, saya cuma berbagi sedikit kisah di awal
2015, saat saya menjalani tanggal 1 Januari. And, seperti tagline blognya,
semoga tulisan ini bermanfaat untuk readers
sekalian. :D
Disaat orang2 lain merayakan tahun
baru dengan menyalakan kembang api cas-cus-ces, jalan-jalan memadati kota, atau
sekedar bakar-bakaran bersama, gue (sori ye inkonsisten antara milih ‘saya’ dan
‘gue’) menjalani perpindahan tahun dengan biasa-biasa saja. Terakhir gue
bakar-bakaran sama teman2 itu waktu perpindahan tahun ke 2011. Malahan, di
perpindahan 2014 ke 2015 ini dengan.... tidur.
Ya, tidur. Jam 9 setelah gue makan, malah gue langsung tidur. Apa pasal gue
tidur secepat itu dimalam tahun baru? Ada beberapa.
Satu,
gue bokek. Jadi, opsi tidur di rumah
adalah biaya paling hemat.
Dua,
gue ga fit. Nomor dua ini akan sangat
mengganggu nomor tiga bila gue ga segera tidur.
Tiga,
di tanggal 1 Januari, gue tugas jaga di IGD rumah sakit. Dan
tahun baru ini jadi cerita baru.
Empat,
gue jomblo (oke ini ga penting)
Dan besoknya, adalah hari yang akan
selalu gue ingat, karena dikala yang lain liburan, kumpul dengan teman dan
keluarga, gue sedang nongkrong di IGD, menjalankan tugas sebagai koas bedah
yang kebagian jadwal jaga pas tahun baru. Tapi, karena itu, gue bisa sharing dan mau mengatakan sesuatu, buat
teman-teman yang mayoritas masih anak muda dan sering nongkrong dan jalan kalau
ngerayain liburan panjang, terutama tahun baru. Ada satu kalimat yang harus
kalian camkan dengan baik-baik:
HATI-HATI DI JALAN!!
Sekedar cerita saja, sob. Sebelum saya
jaga di pagi tanggal 1 Januari (jam jaga gue mulai dari jam 6 pagi), yang jaga
malam (22.00-06.00) penuh dengan jadwal operasi darurat karena banyaknya pasien
yang datang akibat kecelakaan lalu lintas
saat sedang jalan-jalan di tahun baru.
Beberapa dari mereka jatuh dari
motor akibat terlalu ngebut. Ada juga yang tabrakan. Ada juga yang apes,
jalan-jalan kaki, ketabrak motor. Semua jatoh, kepala yang mendarat duluan. Jadinya
cedera kepala semua. Cedera kepala adalah hal yang sangat gawat dan darurat,
sebab perdarahannya bisa menyebabkan pendesakan pada otak. Awalnya mungkin
teler-teler kaya orang mabok gitu, atau istilah kita penurunan kesadaran. Lama
kelamaan, kalau telat ditangani, bisa terjadi kerusakan sel otak yang berujung
kerusakan organ. Dan semua itu hanya berawal dari naik motor yang ugal-ugalan,
atau niat pengen hura-hura habisin malam tahun baru di luar, biar disebut
gahoeelll. Yang piket malam, bahkan operasi striping
(berasa sinetron) mulai dari jam 10 malam sampai jam 5 subuh. Mereka ga
tidur sampe subuh, sob. 5 operasi. 4 diantaranya akibat kecelakaan.
Pas gue datang pagi-pagi habis makan
(Gue telat, datang jam 7 soalnya makan dulu...), gue kira pasien-pasien cedera
kepala udah habis dioperasi semua semalam suntuk. Ternyata, gue datang ke sana,
ada lagi yang datang baru, 3 orang. Sebenarnya pasien kecelakaannya ada sekitar
4 orang. Tapi, yang satu hanya luka lecet di bawah mata, dan masih dalam
keadaan sadar penuh. Yang tiga lainnya udah penurunan kesadaran semua. Bahkan,
ada pasien operan semalam yang belum jadi dioperasi karena keadaannya buruk dan
kesadarannya sudah koma. Sekali lagi, hanya karena hura-hura di malam tahun
baru.
Pasien yang datang di pagi hari,
kebanyakan kiriman dari puskesmas dan rumah sakit luar yang baru datang jam 2
subuh ke atas. Sehingga, baru nyampe ke RS Margono Purwokerto diatas jam 6. Gue
sampai ga habis pikir, nih korban kecelakaan udah gelatakan berasa lidi-lidi
berhamburan dari sapunya. Meski udah sering ngeliat pasien KLL, tetap aja gue
ngeri liatnya.
Jadi, pesan gue, misal ntar ada hari
perayaan apapun itu, tahun baru kek, perayaan agama kek, atau apalah itu,
rayakanlah dengan santun dan bijak. Kayaknya, kalian ga perlu lebay
merayakannya dengan harus pesta pora bakar kembang api, konvoi di jalanan,
jalan-jalan meramaikan kota, nonton konser atau apalah itu. Apalagi, akhir
penghujung tahun 2014 kemarin, Nusantara ditimpa banyak musibah. Gunung
Sinabung erupsi lagi, banjir di kota-kota terutama Jakarta, longsor
Banjarnegara, Air Asia jatuh... dan disaat musibah banyak gitu, kalian
santai-santai dan senang-senang? Hemat saya sih, tampak ironis sekali...
Makanya, saya salut dengan pemkot
Surabaya yang meniadakan acara hiburan, dan menggantinya dengan doa bersama.
Sudah sepantasnya memang hal itu dilakukan, apalagi mengingat banyak musibah
yang menimpa ibu pertiwi.
Dan, hura-hura serta pesta pora itu lebih
banyak mudharatnya menurut hemat saya. Yaa boleh lah kalian bersenang-senang
dengan teman-teman, minimal cukup dengan bakar ayam atau ikan di basecamp¸terus makan bareng. Terus
mendoakan untuk tahun baru yg lebih baik. Hura-hura, selain uang habis, tidur
kemalaman jadinya bangun kesiangan, ada risiko jadi korban tindak kriminal
(kecopetan, baik disengaja (gatel pengen belanja makan atau suvenir akhirnya
duit habis) atau tidak disengaja), atau korban kecelakaan yang seperti saya
ceritakan barusan. Orang cuma jalan-jalan kaki aja bisa kena musibah.
Yaa semoga jadi introspeksi kita
bersama ya.
Terakhir, saya pengen mengutip sebuah capture dari chat dosen saya yang
seorang dokter spesialis ortopedi, kepada anaknya, yang di upload anaknya ke
sebuah jejaring sosial. Menurut saya, ini harus dibaca teman-teman semuanya.
Jadi, jangan korbankan diri kalian
hanya atas keinginan kalian pengen dibilang gahooeell bingiittzzzz karena ikut
pesta tahun baru. Soalnya, kalau kalian kenapa-napa, bukan hanya kalian yang
repot. Orang tua repot. Uang jajan ludes, kita seenak jidat minta lagi sama
orang tua. Apalagi kalau orang tua tau kita mengalami kecelakaan. Rasanya
gimanaaa...
Yang dirumah sakit juga repot. Mereka berkorban
waktu tidak kumpul dengan keluarga dan teman dikala yang lain sedang menikmati
waktu kebersamaan, berkorban ga tidur karena banyaknya pasien... Mereka
melaksanakan semua itu karena tugas mereka sebagai tenaga kesehatan.
Jadi, pahamilah bahwa kesehatan itu
penting, sob! Itu anugerah yang jarang kita syukuri, dan baru kita sadari kalau
udah sakit.
Pahamilah punya rezeki itu anugerah.
Jarang banget kita syukuri, mudah aja kita hambur-hamburkan, dan baru kita
sadari bahwa seceng itu berharga kalau lagi bokek. Dan nyari duit itu ga
semudah ente jongkok di jamban tiap pagi, langsung keluar...
Pahamilah bahwa hidup di dunia itu
untuk ibadah. Semua hal bernilai ibadah selama diniatkan atas nama Allah SWT,
dan nilai manfaat nya lebih banyak dari keburukannya.
Semoga di 2015 ini menjadi tahun
kesuksesan dan perbaikan yang jauh lebih melesat untuk kita semua. Amiin.
7 comments
Write commentsdaleeemmmm bingittt, Dok. alhamdulillah tahun baruan ane gak kemana-mana. dirumah aja. pijitin bapak ibu, ikut jagaian keponakan yang baru berusia 15 hari. tapi gak ngerasa sedih tuh. malah BAHAGIAAA.
Replymakasih wejangannya, Pak Dokter.
Dari dulu gw enggak pernah ngerayain tahun baru.
ReplyPertama, jalanan pasti macet.
Kedua tahun baru itu di adainya tengah malam. Suatu keadaan dimana gw udah sedang berjuang keras untuk membuka kelopak mata, ngantuk coy... coba acara tahun baru diadainnya siang2, pasti gw ikutan
semoga di taun yang baru, banyak harapan2 kita yang terwujud. Amin...
Nyampe banget nih pesannya. Semoga banyak yang membaca ini dan sadar. Hehe

ReplyKeep blogging Pak Dokter
wah sarannya bagus, (Y)
Replysetiap tahun baru pasti ada banyak yang kecelakaan
Selamat tahun baru, broo... haha telat banget. Semoga keinginan & harapan segera terwujud. Aamiin
ReplyDasar jomblo, malam tahun baru cuma tidur. Hahahasamahaha
Ayoo lebih semangat lagi ngeblognya!.
kamu dapet award nih dari aku. Cek disini yaa: http://rimiracle.blogspot.com/2015/01/liebster-award-1.html
ReplyTahun ini juga aku dirumah doang sambil lietin petasan-petasan terus ngitung sesuai harganya "50ribu, 100ribu, 10ribu". Hahaha. Wah tugas yang mulia sekali pak dokter. Semangat koasnya deh ya.
)
ReplyAnyway, baru pertama kali main kesini nih. Salam kenal ya. \:D/
Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai selesai :) Tinggalkan komentar, saran-saran, kesan dan pesan yang bermanfaat ya!! EmoticonEmoticon