Ingin memeluk malam, namun ia terlampau dingin
Menusuk kulit, menembus sumsum
Mengikat dan mengalir dalam nadi
Hujan merintik menerpa bumi
Wanginya yang khas, mengikat malam dengan aksen legamnya
Ah, tapi malam ini tak hujan.
Ah, tapi malam ini tak hujan.
Tapi, tak ada yang melarangku mengenang hujan di malam hari, kan?
Berkas cahya bulan menelisik tirai malam, mencoba menyibak gelap
Berteman kapuk disamping jendela, memandang malam
Mungkin malam ingin sesekali berhias
Menunjukkan kerlip berlian yang selalu disembunyikan awan hujan
Mungkin malam ingin sesekali berhias
Menunjukkan kerlip berlian yang selalu disembunyikan awan hujan
Dan malam, izinkan aku melihatmu
6 comments
Write commentsJika malam tak berwujud, cumbui saja aku.
ReplyJika malam terlalu dingi, peluklah aku..
:D
Salam..
Mas Pelangi sedang berpuitisasi rupanya
)
Replywah walaupun sebenarnya yg di bahas hal biasa saja yaitu malam, namun bisa jadi sangat puitis:D, keren kren, eh iya, boleh ngasih keluhan dikit nggak, itu music di sidebar mungkin di setting jgn auto play gitu^^ soalnya kagat saya pas ol malam2
ReplyMalam.... Ah udah cukup yang punya blog ini yang bisa bikin kamu makin cantik. *halah*

ReplyBaca puisi ini sambil dengerin backsoundnya enak banget, pas gitu. Cuma ya gitu, bener yang komentar di atas saya
ah malam selalu menawarkan segudang cerita. nice post bang
ReplyBw, mas dapat award nih, kalau ada waktu ikutan ya, cek disini --> http://lailamqdds.blogspot.com/2014/07/makasih-atas-awardnya.html …
Replymaksih sebelumnya
Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai selesai :) Tinggalkan komentar, saran-saran, kesan dan pesan yang bermanfaat ya!! EmoticonEmoticon